Bekerja dari Rumah, Jangan Lupa Jaga Imunitas Tubuh

March 18, 2020
Bekerja dari Rumah, Jangan Lupa Jaga Imunitas Tubuh

 

Kabar terbaru per 17 Maret 2020, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis tentang perpanjangan darurat Coronavirus atau Covid-19 hingga 29 Mei 2020, dari sebelumnya 29 Februari 2020. Alasannya, agar Pemerintah bisa melayani seluruh masyarakat Indonesia dengan baik terkait wabah Coronavirus.

 

Saat ini pun, di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jakarta dan Bandung mengambil kebijakan belajar dari rumah untuk anak-anak sekolah. Beberapa perusahaan juga mengizinkan para karyawannya bekerja di rumah. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk menjaga imunitas tubuh agar tidak tertular Coronavirus. Bagaimana caranya?

 

Rempah-rempah

 

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi rempah-rempah. Bisa dengan cara merebus rempah-rempah kemudian diminum air rebusannya, ataupun bisa dengan mencampurkan rempah-rempah ke berbagai menu makanan.

 

Indonesia adalah negara yang kaya rempah-rempah atau di beberapa daerah disebut empon-empon. Komoditas ini merupakan salah satu sumber antioksidan yang bisa menjaga imunitas tubuh. Sebut saja jahe, berbagai penelitian membuktikan bahwa jahe mempunyai sifat antioksidan.

 

Beberapa komponen utama dalam jahe seperti gingerol, shogaol, dan gingeron memiliki aktivitas antioksidan di atas vitamin E. Namun yang perlu diingat, jahe tidaklah bisa menyembuhkan penderita Coronavirus.

 

 

Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra, menegaskan jahe berfungsi untuk membantu meringankan gejala yang ditimbulkan, tidak untuk menyembuhkan atau membunuh Coronavirus. Sebab, aktivitas antiinflamasi yang dimiliki oleh jahe dapat meredakan gejala peradangan berlebih pada paru-paru penderita Corona.

 

Selain jahe, rempah-rempah lainnya yang bagus untuk dikonsumsi dalam hal menjaga imunitas tubuh adalah kunyit dan serai.

 

 

Kunyit (Rusdi Evizal, 2013) mengandung minyak atsiri 2-5% (turmerone, zingiberene, phellandrene, sesquiterpen alkohol, dan borneol), pati 45-55%, protein (8%), kurkumin (pewarna kuning) 10%, desmetoksikurkumin, bidesmetoksi kurkumin, tanin, resin, vitamin C, dan mineral seperti besi, fosfor, dan kalsium.

 

Kandungan-kandungan tersebut, menurut International Journal of Molecular Sciences (2019), membuat kunyit memiliki sifat antiinflamasi, antikanker dan antioksidan yang bisa menjaga imunitas tubuh.

 

 

Sementara serai (Rusdi Evizal, 2013) memiliki efek farmakologi sebagai antioksidan, antifungal, antibakteri, antipasmodik, analgesik, dan antirematik. Tentunya, efek-efek tersebut juga berguna untuk menjaga imunitas tubuh.

 

Ada banyak jenis tanaman rempah lainnya, yang bisa dimanfaatkan untuk imunitas tubuh. Namun, kami lebih merekomendasikan jahe, kunyit, dan serai.

 

Vitamin C

 

Rutin mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung Vitamin C tinggi, adalah cara kedua yang bisa diterapkan untuk menjaga imunitas tubuh. Dalam menjaga imunitas, tubuh juga membutuhkan vitamin C yang merupakan salah satu vitamin larut dalam air.

 

Vitamin ini (Nur Halimah dkk, 2014) berguna dalam stimulasi sistem imun, mengurangi kelelahan dan kelemahan otot, meningkatkan performa, dan melindungi sel dari ancaman radikal bebas. Peran vitamin C di dalam sistem imun terkait erat dengan peran vitamin C sebagai antioksidan.

 

 

Mengkonsumsi vitamin C bisa dengan berbagai cara, misalnya dengan memakan buah-buahan yang mengandung vitamin C tinggi, di antaranya jeruk, melon, jambu biji, pepaya, kiwi, stroberi, nanas, mangga, paprika, leci, markisa, belimbing, anggur hijau, pisang, tomat, dan alpukat. Buah-buahan tersebut bisa dinikmati dengan cara dijadikan sop buah, jus dan smoothies, atau dengan dimakan langsung.

 

 

Vitamin C yang tinggi juga ada pada sayur-sayuran, seperti brokoli, kembang kol, daun kenikir, dan bayam. Untuk masyarakat perkotaan, biasanya mengkonsumsi vitamin C dengan memakan suplemen kesehatan yang bentuknya berupa tablet, kapsul, atau bubuk.

 

Cara Lain Cegah Corona

 

Setelah kita bisa menjaga imunitas tubuh, cara bijak untuk mencegah Corona adalah dengan mencuci tangan dengan air sabun atau alkohol, mengurangi kontak dengan orang sakit, melakukan etika batuk, memakai masker saat sakit, memasak daging serta telur hingga matang, dan Social Distance.

 

Mencuci Tangan

 

Tangan manusia dipenuhi dengan berbagai macam bakteri dan virus, karena kita sebagai manusia kerap memegang dan menyentuh barang atau menempelkan tangan ke berbagai tempat.

 

Dikutip dari website Siloam Hospitals, manusia lebih rentan tertular penyakit akibat sentuhan tangan pada barang atau percikan cairan orang yang terkena virus. Dan juga, tanpa disadari sering menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.

 

Karena itulah, perlu mencuci tangan dengan air atau hand sanitizer selama 20-30 detik untuk mencegah tertular Coronavirus.

 

 

Etika Batuk dan Pakai Masker

 

Menutupi mulut saat batuk atau bersin dengan tisu atau lengan tangan, adalah etika batuk yang disarankan. Tidak hanya saat Corona, etika tersebut selayaknya tetap diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sementara itu, untuk penggunaan masker lebih efektif efeknya untuk para petugas kesehatan yang menangani pasien terinfeksi dan orang-orang yang sakit.

 

Tidak disarankan menggunakan masker bagi yang sehat, karena tidak hanya penderita corona, banyak penderita penyakit lainnya yang juga membutuhkan masker.

 

 

Adapun etika yang baik diterapkan saat memakai masker, di antaranya:

1. Sebelum pakai masker, ada baiknya mencuci tangan terlebih dahulu.

2. Tidak ada celah antara wajah dengan masker, dan juga masker menutupi mulut dan hidung.

3. Sebaiknya, tidak sering menyentuh masker saat memakainya.

4. Jika masker sudah lembab, diganti dengan masker yang baru.

5. Saat melepas masker, tidak menyentuh bagian depan masker.

6. Masker yang sudah terpakai, dibuang ke tempat sampah yang tertutup. Atau, memasukkan masker ke plastik terlebih dahulu sebelum dibuang.

 

Mengolah Daging dan Telur hingga Matang

 

Untuk pencinta makanan daging dan telur setengah matang, sebaiknya belajar untuk menyukai daging dan telur yang diolah matang penuh. Sebab Coronavirus, dilansir dari website Siloam Hospitals, merupakan penyakit zoonoti.

 

Maksudnya, Coronavirus menggunakan hewan sebagai vektor dan menjangkit manusia saat daging atau telur hewan tersebut disantap tidak matang atau setengah matang.

 

 

Social Distance

 

Istilah "Social Distance", familiar terdengar menyusul Presiden Joko Widodo mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, untuk meminimalisir penyebaran Coronavirus di Indonesia. Imbauan ini dimaksudkan agar masyarakat melakukan kegiatan belajar, bekerja, dan beribadah sebaiknya dilakukan di dalam rumah.

 

 

Social Distance sendiri merupakan tindakan preventif berdekatan dengan orang lain, jika harus berada di kerumunan orang, sebaiknya jaga jarak dengan orang lain sekitar 1 meter.

 

Disarankan juga untuk melakukan pertemuan penting dengan orang melalui video call. Apabila ada rencana pertemuan atau acara besar, sebaiknya ditunda hingga pemerintah menyatakan Indonesia aman dari Coronavirus.

 

Demikian, tips-tips untuk mencegah tertularnya Coronavirus. Semoga masyarakat Indonesia senantiasa sehat dan tidak terkena Coronavirus.

Berita Lainnya