Agronomis dari PT Meroke Tetap Jaya Berbagi Ilmu Pemupukan Sawit di UWGM
January 15, 2026 | Penulis: Rizqina Aulia
Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda menggelar praktisi mengajar bertema pupuk dan pemupukan tanaman sawit pada Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan menghadirkan Pak Gema Aswind, agronomis dari PT Meroke Tetap Jaya, sebagai narasumber. Praktisi mengajar tersebut bertujuan menambah wawasan mahasiswa mengenai praktik pemupukan sawit yang tepat dan sesuai dengan kondisi lapangan.
Dalam penyampaiannya, Pak Gema menjelaskan bahwa pemupukan memiliki peran penting dalam menentukan produktivitas tanaman sawit. Menurutnya, pupuk tidak cukup hanya diberikan secara rutin, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah. Kesalahan dalam menentukan jenis dan dosis pupuk dapat berdampak pada pertumbuhan tanaman serta meningkatkan biaya produksi.
Pak Gema juga mengulas peran unsur hara dalam pertumbuhan tanaman sawit. Unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium berpengaruh besar terhadap pertumbuhan vegetatif dan pembentukan hasil. Sementara itu, unsur hara mikro meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetap berperan dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan dan kesehatan tanaman.
Selain unsur hara, kondisi tanah menjadi faktor penting dalam keberhasilan pemupukan. Pengelolaan bahan organik dinilai mampu membantu tanah menyerap dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Bahan organik juga berperan dalam memperbaiki struktur tanah dan menjaga kelembapan, sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Bahasan lain yang disampaikan adalah pentingnya pengaturan pH tanah. Tanah dengan pH yang tidak sesuai dapat menyebabkan unsur hara sulit diserap oleh tanaman. Oleh karena itu, pengelolaan pH tanah melalui pengapuran atau penggunaan bahan pembenah tanah perlu dilakukan agar pupuk yang diberikan dapat bekerja secara lebih efektif.
Dalam kegiatan praktisi mengajar tersebut, Pak Gema turut menekankan pentingnya penggunaan pupuk dengan rasio yang berimbang. Pemupukan yang tidak seimbang dapat memicu kelebihan atau kekurangan unsur hara tertentu. Menurutnya, pemupukan yang tepat sebaiknya dilakukan berdasarkan analisis tanah dan daun agar hasil yang diperoleh lebih optimal.
Ketua Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Asiah Wati, menyambut baik pelaksanaan kuliah umum ini. Ia mengajak narasumber untuk menjalin kolaborasi dalam pengayaan materi pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya terkait pupuk dan pemupukan tanaman sawit agar mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih aplikatif.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda berharap mahasiswa Agroteknologi memiliki bekal pengetahuan yang lebih kuat terkait pemupukan dan pengelolaan hara tanaman sawit. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami kondisi nyata di lapangan dan siap menghadapi tantangan di sektor perkebunan.






