Pelatihan Fertigasi Melon: Tingkatkan Hasil Panen dengan Green House!
November 17, 2025 | Penulis: Rizqina Aulia
Pada tanggal 14 November 2025, PT Meroke Tetap Jaya mengirimkan perwakilan agronomisnya, Pak Joko Waluyo, untuk menghadiri dan mengisi acara Pelatihan Green House sistem fertigasi yang diselenggarakan oleh PT Pelsart Tambang Kencana Kabupaten Kotabaru bekerja sama dengan BDSP BPP Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Acara ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani lokal dalam budidaya tanaman menggunakan teknologi modern demi meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Green House sistem fertigasi merupakan metode budidaya tanaman yang menggabungkan penggunaan rumah kaca sebagai pelindung lingkungan tanam dengan sistem fertigasi, yaitu pemberian nutrisi tanaman secara otomatis melalui irigasi tetes. Dengan metode ini, tanaman mendapatkan air dan nutrisi yang tepat dan efisien sesuai kebutuhan, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman secara optimal, sekaligus mengurangi penggunaan air dan pupuk yang berlebihan.
Agenda pelatihan dimulai dengan studi banding belajar menanam melon menggunakan sistem fertigasi. Melon dipilih sebagai tanaman unggulan karena memiliki nilai ekonomi tinggi, namun memerlukan sistem tanam yang presisi agar hasil panen maksimal. Studi banding ini menjadi ajang pembelajaran langsung di lapangan tentang teknik penanaman, pengaturan irigasi, hingga cara memelihara tanaman melon yang sesuai dengan prinsip fertigasi.
Selanjutnya, peserta pelatihan diperkenalkan pada racikan nutrisi khusus yang disiapkan oleh PT Meroke Tetap Jaya. Nutrisi untuk sistem fertigasi ini dirancang dengan formula seimbang yang memenuhi kebutuhan makro dan mikro tanaman melon agar bisa tumbuh sehat dan kuat. Nutrisi yang dicampurkan dalam larutan irigasi mengandung unsur seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta unsur mikro seperti magnesium, kalsium, dan zat besi dalam bentuk yang mudah diserap tanaman.

Selain aspek teknis budidaya dan nutrisi, pelatihan juga mengangkat pembahasan penting mengenai pemasaran hasil panen. Strategi pemasaran yang efektif menjadi faktor penting bagi petani untuk mendapatkan harga jual yang kompetitif dan memperluas pasar. Diskusi mencakup tips pengemasan, branding produk, hingga kolaborasi pemasaran yang dapat dilakukan melalui jaringan distribusi yang ada, termasuk kerja sama dengan pelaku pasar tradisional maupun modern.
Sebagai kelanjutan dari upaya pemasaran, pelatihan juga membahas peluang menjalin kerja sama pasca panen dengan Istana Buah di Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu petani membuka akses pasar yang lebih luas serta meningkatkan nilai tambah produk hasil panen melon dengan menjamin pasokan dan kualitas buah sesuai standar pasar.
Dalam pelatihan tersebut, turut hadir dan memberikan dukungan salah satu tokoh petani millenial, Yandi Aulia Rahman. Mas Yandi adalah Ketua Petani Millenial Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang sudah dikenal dengan berbagai prestasi di bidang pertanian. Selain sebagai petani konvensional, ia juga telah menguasai sistem fertigasi, sehingga memiliki pemahaman mendalam tentang kedua metode budidaya tersebut. Lulusan pascasarjana Universitas Brawijaya Malang ini menjadi inspirasi bagi petani muda lain untuk terus mengembangkan pertanian dengan inovasi modern serta mengatasi berbagai tantangan dalam pertanian masa kini.
Agenda pelatihan tidak hanya berhenti pada sistem budidaya melon secara fertigasi, namun juga mengadakan kunjungan lapang ke kebun kembang kol yang ditanam secara konvensional. Kunjungan ini menjadi perbandingan antara metode tanam konvensional dengan sistem fertigasi, sehingga petani dapat melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing metode secara langsung, serta memotivasi mereka untuk mengadopsi teknologi pertanian modern secara bertahap.
PT Meroke Tetap Jaya melalui kehadiran Pak Joko Waluyo berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal guna meningkatkan kapasitas petani di Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Kotabaru dalam mengembangkan pertanian yang produktif, hemat sumber daya, dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi green house dan sistem fertigasi serta racikan nutrisi yang tepat, para petani diharapkan semakin berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.
Acara pelatihan ini juga membuktikan komitmen PT Meroke Tetap Jaya dalam mendukung pengembangan pertanian modern dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus memperkuat kerja sama antar elemen pertanian mulai dari hulu sampai hilir, demi kemajuan sektor agribisnis nasional yang lebih maju dan mandiri.






